Postingan

Kwarcab Pramuka Matim, Adakan Hari Lahir Bapa Pramuka Dunia Baden Powell

Gambar
Gejurdite. Perayaan akan hari kelahiran bapa Pramuka dunia Baden Powell, di selenggarakan di Kabupaten Manggarai Timur,( Matim) Provinsi Nusa Tenggara Timur, ( NTT). Perayaan tersebut di selenggarakan oleh Kwatir cabang, ( kwarcab) Pramuka Matim, Senin, ( 22/02/2021). Menurut Emilianus C. Sungga, Sekertaris Kwarcab Pramuka Matim, walaupun di tengah pandemi covid 19 tetapi kegiatan akan perayaan kelahiran bapa Pramuka dunia Baden Powell di lakukan degan perjuangan, pegabdian bersama masyarakat, dan kemanusiaan degan rasa hormat. Para pengurus Pramuka, anak penegak, dan dewan pengurus cabang, ( DKC) melakukan degan begitu gembira.  Menurut Sungga pun, dalam kegiatan hari lahir bapa Baden Powell sebagai bapa Pramuka dunia. Mereka melakukan berbagai aktifitas kemanusiaan, seperti bhakti sosial di masjid, dan gereja. Hingga membagikan masker kepada masyarakat dari berbagai titik di lingkup Kecamatan Borong. Pada sela kegiatan, Sungga mengatakan Kwarcab Pramuka Matim akan menjadi pendi...

Mengenang Rabu Abu di Tengah Pandemi

Gambar
 Gejurdite. Dalam ajaran Kristiani selalu berpegang teguh pada kitap Injil sebagai Firman Allah. Di dalam itu umat di ingatkan untuk melakukan pertobatan dari dosa, dan selalu menjalankan cinta kasih terhadap sesama. Kitab injil dalam hal pertobatan sebagai pemaknaan yang sering di lakukan umat Katolik, maupun Kristen pada perayaan hari Rabu Abu di ingatkan untuk bertobat sebagaimana  manusia yang berasal dari debu tanah, dan akan kembali menjadi debu tanah, ( Kej. 2:7).  Namun di tengah pandemi virus covid 19 ini kita tidak lagi melakukan perayaan.  Hal ini tentu dirasakan oleh seluruh kaum Kristiani sedunia, misalnya di Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Manggarai Timur nuansa perayaan ini diberhentikan untuk sementara oleh Keuskupan Ruteng.  Gusty Masryn, mahasiswa asal Manggarai Timur kepada Gejurdite, Rabu,( 17/02/2021) mengaku merasa sangat terganggu kebatinannya karena tidak lagi pergi ke greja untuk mengikuti perayaan seperti ini. " ...

Watunggong Antara Nyaman dan Cinta Masih Dilema

Gambar
 Salam hangat dari Saya untuk penikmat tulisan ini. Semoga kita semua tetap cukup agar bisa tetap hidup dibawah langit pandemi ini. Pandemi semakin memanas. Kita tidak hanya jaga hati dan mata,toh jangan lupa untuk jaga imunitas. Mungkin diantara Kita masih ada yang belum tahu keberadaan Kampung Watunggong. Untuk menjawab pertanyaan itu, ijin kanlah Saya memperkenalkan Watunggong. Watunggong adalah salah satu kampung yang ada di Manggarai Timur. Dulu sebelum pemekaran Watunggong merupakan hak ulayat Kecamatan Sambi Rampas yang beribu kota di Pota. Sekarang Watunggong adalah Ibu Kota Kecamatan Congkar yang masih seumur jagung. Pembentukan Kecamatan baru ini diperkuat oleh nilai sejarah, luas wilayah serta populasinya. Watunggong boleh disebut tempat pemisah dan jumpa. Mengapa demikian? Semisalnya pacarmu dari Lengko Ajang sedangkan Kamu dari Elar, kelak Kalian akan pisah jalur dan dipertemukan di Watunggong. Jika dari arah Ruteng menuju Elar, sesampai di Watunggong Kita belok kanan,...

Enu Takar Dalam Pandangan Bunda Part 2

Gambar
G ejurdite. pada kali lalu pandangan bunda terkait enu takar part 1 sudah kita lalui bersama- sama. Di sana di akhiri degan kisa si Jelo memikul barang dagangan bunda sambil menjaga bemo di pingir jalan Red.  Bemo tujuan pasar mulai berdatangan dari arah halte simpang empat. Tepat depan rumah Jelo ia berhenti. Jelo pun mulai mengangkut barang dagangan bersama kondektur ke atas begasi bemo.  " Bunda, bunda mari sudah. Barang jualan sudah berada di dalam bemo. Dan akhirnya pun bundanya berangkat ke pasar guna berjualan".  Sementara Jelo pun mulai mempersiapkan diri untuk bergegas kembali ke kampus mengunakan motor buntut peninggalan almarhum ayah nya.  Setibanya di kampus Arwana, nama perguruan tinggi yang menjadi tempat mengaduh ilmu si Jelo. Rupanya tak membuat pikiran nya tenang. Ia masih terbayang degan enu takar kriteria bundanya.   Di tambah  dalam pikiran Jelo yang kurang tenang itu. Ia terus di himpiti godaan para gadis cantik di kampus nya. Hany...

Di Sebuah Sunyi Dan Itu Sedang Hujan

Gambar
Februari dan jejak-jejaknya masih menjahit hujan. Gerimis mengundang lebat penantian. Sepasang langkah, patah menimbun bayang bayang kepergian.  Gadis itu berjalan. Ada air mata gugur menyibak syahdu pesan. Lisan-lisan puisi riuh menyampaikan ; ketika pergi dan diri menjadi badai sepi.  Payung-payung mendayung teduh. Sedih membeku, pedih merayu. Silau ingat memahat bantal-bantal paling bisu.  Gadis itu menghilang. Ilalang luka dan penjajahan terdengar saling sanjung menyanjung. Junjung duka ia seret tanpa bibir dan kecap rumah kepada pulang.  Lalu hujan itu membatasi doa dan dosanya. Oleh : Ama Raja, Komunitas Kopiha

Golo Lantar Suguhan Alam yang Memanjakan Mata

Gambar
  Salam semangat untuk penikmat tulisan ini. Boleh berwisata ke tempat yang indah asal jangan berwisata ke hati mantan yang pernah menitip luka. Berbicara tentang tempat menarik yang ada di Manggarai, tidak akan kehabisan kata. Terlalu banyak suguhan alam yang memanjakan mata namun masih kurang atau belum diekspos. Oleh karena perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat, Saya mengajak Kita semua untuk mengambil bagian   mempromosikan tempat menarik dimana saja berada.   pernah dengar sebutan Golo Lantar atau pernahkah mengunjungi daerah tujuan wisata Golo Lantar? Jika pernah jangan lupa ceritakan hal menarik yang didapat baik diperjalanan maupun didaerah tujuan wisata ini. Golo Lantar terletak di Desa Golo Ngawan, Kec. Congkar, Kab. Manggarai Timur,paroki St. Eduardus Watunggong.    Golo Lantar bagian dari wisata religi dan wisata alam. Kenapa disebut wisata religi? Karena ditempat ini kita dapat menemukan gua Maria. Ditempat ini kita bisa lebih...

Nuca Lale

Gambar
 Nuca Lale  ___________ " Kemerdekaan sebelum hujan membasuh, teduh pergi dan sirnah."  Sunyi menempel Sepi membisu  Waktu membatu  Dahagaku seketika kerdil  Cangkir-cangkir itu patah  Isinya begitu teduh  Pada pedih perih  Candu mengintip megah  Ngoranale meleleh  Kembangnya membuncah  Pojok pojok malam pecah   Purnama larut tanpa sedih  Jejakk jejak hitam Butir butir yang tak kelam Siul tawa terpejam Akar-akar rasa saling meminjam  Seutas ucap Seuntai dekap Samar-samar nikmat saling memeluk  Tuangnya belum tiba dan retak  Gadis cangkir sebelum terbit  Di helai mata Manggarai Kau busur Taci  Napas cinta paling tertib  " Menanti dan di nanti. Pada diri yang terpatri. Aku arti di setiap lelaki dan hati, pun mantra-mantra dalam kopi."  Ku sisip sebait puja  Gigilnya bermakna  Aku rindu pulang ke Nuca Lele Oleh : Ama Raja Komunitas Kopiha