Postingan

Menampilkan postingan dengan label gejurditecom

Mistik, Daun Kentut Obat Lokal Ala Manggarai Timur

Gambar
  G ejurditenet . Sebut saja Ompong, bukan nama sebenarnya. Saat di temui tim Gejurditenet, Rabu, ( 03/02) Ompong sedang duduk minum di lantai teras rumah nya, Sumba Tonggo, Jalan Lintas Flores, NTT.   Kepada Gejurditenet, Ompong menceritakan bahwa banyak obat lokal di Manggarai yang banyak menyembuhkan berbagai penyakit, salah satu yang fokus di bicarakan adalah Saung Pecu sebutan bahasa daerah setempat,( daun kentut).  " Untuk ambil daun kentut tidak sembarang ambil. Dia mistik dalam hal penyembuhan. Kita harus ambil daunnya berjumlah 7. Mujarab nya tidak dapat kalau di hari lain, kecuali di hari Jumat saja ," Kata Ompong. Sambil bercerita tentang daun kentut ini, tim Gejurditenet di suguhkan degan kopi asli ManggaraiTimur. Asli karena tanpa gula katanya" Ya, Kopinya datang dari berbagai kabupaten yang ada di NTT. Ada dari Ngada Bajawa, dari Flores Timur Larantuka, Sikka, Ende, Lembata.  Hanya saja karena kopi di putar tanpah gula makanya di katakan kopi asli ...

Di Colol, Tidak Melulu Soal Kopi Pai't Ada Kata Kido Ema Reak, Yang Bikin Kamu Ketawa Dan Bingung

Gambar
 Salam hangat,  dari Saya untuk penikmat tulisan ini. Semoga diberkati oleh pencipta dan semoga tetap cukup agar bisa tetap hidup dibawah langit pandemi ini. Jika ada temanmu atau siapapun yang bertamu di kediamanmu, suguhkan dia secangkir kopi. Persilahkan dia untuk menyeruput sambil berbincang. seduh dan sudahi kopimu, sebab Saya menulis ini sembari menikmati kopi pahit Colol atau Masyarakat lokal menyebutnya “kopi pai’t Colol” (KOPACOL). sumber foto:https://travel.kompas.com/read/2017/02/27/071000727/menjelajahi.perkebunan.kopi.colol.di.flores   Mendengar sebutan Colol adalah kata yang tidak asing lagi bagi masyarakat Manggarai dan masyarakat Indonesia yang sudah menikmati Kopi Colol. Dalam iklan kecap mengatakan bahwa malika kedelai hitam dirawat seperti anak sendiri maka Masyarakat Colol menyebut Kopi Colol dirawat sedemikian rupa layaknya anak cucu Mereka. Colol berada di Kecamatan Pocoranaka Timur yang baru- baru ini diganti menjadi Kecamatan Lamba Leda...

Gadis Belia NTT Yang Malang

Gambar
Gejurdite . " Anak - anak itu masih perlu gengaman orang tua, dan sekolah. Ia pun masih belia. Di umurnya Masih duduk di bangku sekolah menengah atas, orang tua, dan lembaga sekolah perlu mendidiknya degan lebih baik", Ungkap Gusty Masryn mahasiwa Jurusan Hukum Universitas Kartini Surabaya.  Menurut Masryn kasus yang menimpa gadis belia asal Kota Kupang, NTT berinisial GSDS terkait pernyataan video viralnya yang berbunyi, " Covid 19 hoax, dokter, dan perawat bodoh, serta pemerintah goblok merupakan tantangan pendidikan dunia global".  Ia Masryn sebagai mahasiwa jurusan Hukum, asal Watungong, Kabupaten Manggarai Timur merasa pilu hatinya melihat gadis belia yang seharusnya masih banyak belajar tersandung kasus ujaran kebencian.  " Kayanya GSDS akan di jerat degan pasal 28 ayat, (2) jo pasal 45 A ayat,(2) UU ITE yang berbunyi setiap orang yang degan sengaja, dan tanpah hak menyebar informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu at...

Karena Covid 19, Tempat Duduk Tamu Di Siram Daun Damar, dan Air Panas

Gambar
Gejurdite . Pandemi Covid 19 akan menjadi catatan sejarah. Sejarah akan terengutnya banyak korban jiwa di seluruh dunia. Sejarah akan tak saling berdekatan antara sesama warga, keluarga, serta kerabat. Namun ada pula sejarah yang tak kala unik.       Di Nusa Tenggara Timur, Misalnya, Kabupaten Manggarai Timur, Tepat di Borong ada salah satu warga yang menyiram tempat duduk para tamu menggunakan daun damar, dan air panas. Sebut saja nama pelaku Bungga, bukan nama sebenarnya.  " Beberapa hari yang lalu keluarga saya datang dari Manggarai Barat. Kebetulan mereka mau Ke kupang. Saya tidak meladeni mereka. Duduk pun jarak sekitar 7 Meter. Banyak - banyak marah mereka, persoalan umur saya sudah sangat tua jika terpapar virus Covid 19", Pinta Bungga.  Bungga pun mengatakan kalau keluarganya sempat minum kopi di putar anaknya. Tak berlangsung lama mereka melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan mereka. " Saya sangat sayang keluarga saya itu. Tetapi di ...

Mengenal Arti Jodo Toe Ndoro Dalam Adat Manggarai.

Gambar
Salam bersimponi rindu yang kelabu, pandemi ini membuat Kita susah untuk bersua. Curah hujan memperihatinkan, semoga Kita semua dalam lindungan empunya kehidupan. Kurangi mobilitas yang tidak penting sebab virus tidak kemana-mana kecuali manusia yang berkelana kesana kemari. Jangan  lupa patuhi aturan. Ketika pemerintah hadir untuk Kita, Kita jangan absen lalu bersuara diamanakah pemerintah dalam hal ini?. Pilihan hidup sungguh nyata ada suka dan duka, hadirkan canda dan tawa, ada tangisan meratap setiap yang pergi, ada senyum bahagia atas rahmat yang diberikan oleh pencipta. Sekian ceramah dari Saya. uhuk uhuk😂 sumber foto:https://www.google.com/search?q=gambar+berpisah&tbm=isch&ved Laki-laki ditakdirkan kesepian,buktinya selalu ada Perempuan yang diciptakan oleh pencipta untuk mengusik sunyi dalam diri laki-laki. Begitupulah sebaliknya. Kali ini Saya menulis kisah dua insan yang saling mencintai namun berpisah karena dihadapkan oleh sejarah, kisah antara Perr...

Jemariku Menari Melayang Bersama Dengan Rindu

Gambar
  M asalah rindu. Bukan hanya Dilan dan Milea saja yang merasa berat tentang rindu, semua manusia merasakan demikian. Tentu setiap orang bisa merindu, namun perihalnya saja yang berbeda. Kali ini Saya berasumsi bahwa rindu itu tercipta oleh dua ruang yang terpisah. Rindu itu keinginan manusia untuk bertemu dan juga rindu itu tentang manusia yang berwisata pada laman nostalgia. Salam hangat untuk penikmat tulisan ini. Jika Kalian sedang merindu, seduh dan sudahi kopimu bersama rindu yang menggebu. Sebab rindu itu berat, kata  Dilan. 😁           https://komunitasgejurdite.blogspot.com/?m=1   Romantika bercinta itu sungguh indah dan nyata. Semenjak Dia mengenal Aku, begitupulah Aku mengenal Dia. Setelahnya menjadi Kita. Sejak saat itu, Aku mulai menulis tentang rindu. Bagiku menuliskan rindu, seakan sedang meluapkan segala isi hatiku.  AKU BISA  Semua tertata rapi, guratan kisah yang sempat teroreh mantap kini hanya tinggal serpiha...

Bulan Januari Dan Sisa Hangatmu Yang Ditinggal Pergi

Gambar
G aes kali ini Saya iseng-iseng menari jemari, membuat coretan yang mungkin tidak dianggap berfaedah. Dalam hal ini Saya optimis, sejelek-jeleknya suatu karya pasti masih ada satu dua orang yang menyukainya.  Semoga kita semua tetap cukup agar bisa tetap hidup dibawah langit pandemi ini, tetap jaga jarak sebab dekat belum tentu jadian, kurangi mobilitas yang tidak penting, bagi yang jarak jauh setelah pandemi ini Kalian bisa bertemu menuangkan rasa rindu yang kian membeku, yang patah hati tetap kuat jangan terlalu cepat baper sebab patah hati dan jatuh hati sama- sama butuh tenaga namun suasana hati saja yang berbeda.               https://komunitasgejurdite.blogspot.com/?m=1   Gemuru langit di bulan januari menandakan hujan, sedangkan diri ini masih bertahan dengan segala tanya. Mengapa dalam rentan waktu tanpamu perasaan ini mati seketika, susahnya membedakan mana tangis dan tawa, mana amarah dan mana cinta yang membuncah dunia....

Berusaha Melupakan Pocoranaka Yang Masih Menari Dalam Pikiran

Gambar
D iskusi online telah dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2021 yang dirancang oleh komunitas Gejurdite. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi redaksi Gejurdite yang mampu membuka ruang pikir dibalik rentetan pertanyaan ditengah masyarakat mengenai pergantian nama Kecamatan Pocoranaka dan pocoranaka Timur. Dalam Diskusi ini, Redaksi Gejurdite mengundang beberapa. Narasumber diantaranya: Bpk. Frumensius F. Anam, SH selaku ketua DPC partai Hanura, Kab. Manggarai Timur , Bpk. Paulus Y. Yorit Poni, S, SOS selaku Wakil Sekertaris Partai PDIP,Kab. Manggarai Timur, Bpk. Ronsianus B. Daur, SE, BKP, Mak selaku perwakilan dari partai PAN, dimana  partai PAN merupakan salah satu partai yang mengusung pasangan bupati Bpk. Andreas Agas,SH, M. Hum, dan wakil bupati Bpk. Drs. Stevanus Jaghur, Bpk. Bonavantura Jemarut, SH selaku perwakilan rakyat fraksi PKB Kab. Manggarai Timur untuk Kec.Lamba Leda.       Namun sangat disayangkan Bpk  Bonavantura berhalangan...

Dari Gubuk Derita Menuju Senyum Bahagia

Gambar
H ey yo hey yo what’s up Everybody. Salam hangat serta semangat dari laki laki tidak tahu malu ini, yang iseng-iseng menulis apa yang ingin ditulis dari setiap langkah kaki. Gaes Sudahkah kalian bersyukur atas nikmat Tuhan yang telah diberikannya?. Harapanya kita semua jangan susah untuk bersyukur,sebab upacara paling sakral dari setiap anugerah adalah ungkapan rasa syukur itu sendiri. Maaf khotbah sejenak, toh diri ini bukan ateisme. Uhuk uhuk 🤭“Didalam gubuk bambu tempat tinggalku, disini kudendangkan sejuta rasa” begitu lirik lagu yang hits tahun dua ribuan ciptaan Fahmi Sahab. Lirik yang aduhay dengan musik dangdut yang sexy, memanjakan telinga untuk mendengar, sentakan kaki,goyangkan kepala. Dikala senja sore hari sambil seruput kopi, sungguh kenikmatan yang tak tertandingi tentunya membawa ingatan ini pada masa lampau. Mengingat masa lalu adalah suatu perjalanan pulang dalam mengenang peristiwa. Kita berwisata pada laman nostalgia yang mengalun lembut menyebrang samudera waktu, ...
                              Dulu Aku bermimpi berada di kota ini. Aku sulit membedakan mimpi sebagai kenyataan. aku mengira mimpi adalah pertanda. Ternyata banyak orang yang demikian. Bahkan tak sedikit yang mengira, mimpi adalah realita. Pengalaman bermimpi sama seperti pengalaman berpikir. Kita membangun gambaran, konsep dan cerita di kepala kita, lalu mengiranya sebagai nyata.       Sewaktu Aku menginjak kaki di kota ini, Aku merasa ada sesuatu yang berbeda dengan mimpi yang pernah ada. Sedikit Aku merasa Kota ini biasa saja, Dalam hatiku berkata “Aku sedikit benci dengan kota Namun , seiring melajunya waktu, pendapatku berubah. Ternyata Bali hidup dengan budaya yang melekat erat dalam jiwa. Orangnya ramah dan tidak buruk. Aku jatuh cinta pada kota Bali.    Dalam banyak aspek, Bali adalah sebagai kota yang nyaman sebagai tempat tinggal dan membangun keluarga. Bali atau orang men...

Moment Natal Watunggong MerinduhkanMu pulang

Gambar
L antunan lagu "Natal di Dusun" mengawali hariku di pagi ini. Sambil ditemani segelas kopi hitam nan pekat aroma khas Manggarai Timur seakan menambah rinduku untuk kembali pada kampung halamanku, Desa Satar Nawang Kampung Watunggong. Dan berharap bulan Desember ini memberikan harapan tentang sebuah Natal yang indah. Ya, Natal telah tiba. Segala persiapan telah disediakan. Tapi gejolak dihati masih saja mengganggu. Bagaimana tidak??? Natal bagi anak rantau yang tidak bisa pulang itu hanya terdiri dari 3 kata saja, yakni: rindu, rindu, dan rindu. Aku cuma rindu. Itu saja. Tidak lebih. Karena sejujurnya hatiku telah lelah dan letih letih menahan rasa rindu pada keluarga tercinta. Aku lelah menunggu waktu itu tiba dimana kami bisa berkumpul dan bercanda dengan ketulusan cinta. Namun apa daya, aku hanya bisa menitipkan rindu pada hembusan angin yang menyapa kepada mereka yang kucintai. Tahun ini adalah kali ketiga aku tidak merayakan Natal bersama keluarga. Sebagai anak rantau yan...

BAHAGIA TERLAHIR DARI RAHIM PETANI

Gambar
Sebelumnya Kita perlu mengetahui secara seksama bahwa kata petani itu terdiri dari dua suku kata. “Pe” dan “Tani”, pe berarti orang yang melakukan “subjek”dan tani ditempatkan sebagai “objek”. Kata tani sendiri sebenarnya diadopsi dari bahasa Jawa, yg artinya tanaman. Petani berarti orang yang merawat tanaman.   Orang tua Saya adalah PNS (Petani Nasib Sial). Saya bangga memiliki  orang tua seperti Mereka, yang selepas SD ( Sekolah Dasar) lalu menerima jabatan sebagai petani, sudah petani nasib sial lagi. Aduhh Tuang Deo ewww.  Sejatinya Saya adalah salah satu insan dari cinta dan kasih sayang orang tua. Terlahir dari rahim petani, atas dasar bantuan langsung perdana dukun. Tahun dimana Saya dilahirkan yang notabene perawat belum banyak, fasilitas kesehatan masih belum lengkap, infrastruktur yang belum memadai sebagai alasan Saya menangis diatas tangan dukun dengan sisa lendir yang menyelimuti tubuh ini. Saya kurang tahu bagaimana kisah cinta orang tua di ...

Bantu Perangi Covid-19, Frans Damur Sumbang Sembako Kepada perantau Asal Ntt Di Surabaya

Gambar
        (Sumber foto: Gejurdite) SURABAYA, GEJURDITE — Frans Damur, Petinju asal Kampung Wuas, Kabupaten Manggarai Timur, membagikan sembako kepada mahasiswa dan pekerja asal Nusa Tenggara Timur yang saat ini berada di surabaya ( jatim ). Pembagian sembako tersebut dilakukan sejak Jumaat 19 Juni 2020 hingga Sabtu 20 Juni 2020. Ini merupakan upaya yang kedua kalinya di lakukan oleh Frans dalam pemberian sembako. pertama kali di bagi pada bulan Mei yang lalu. Pria kelahiran tahun 1983 yang juga dikenal sebagai mantan juara pasifik versi badan tinju OPBF ( Orient and Pacific Boxing Federation) kelas 50,8 kg pada tahun 2016 dan 2017 lalu mengungkapkan bahwa, bantuan tersebut sebagai bentuk kepeduliannya terhadap sesama, khususnya para pekerja dan juga  mahasiswa yang kesusahan akibat  dampak pandemi Covid-19.      ( sumber foto gerjurditenews) Hal ini dilakukannya dengan melibatkan beberapa pihak sebagai donatur untuk peng...

Sepiring Ubi Di Baluti Senyum Ibu

Gambar
Antara Saya dan pondok sawah rentan umur tidak jauh beda. Selama Saya dalam kandungan, ternyata keluarga Saya sedang dalam pembangunan pondok milik Om saya, yang enggan Saya sebut namanya disini. Takut viral guys. Hehehehe. Hingga setelah pondok berdiri kokoh, Saya juga dilahirkan dari rahim Ibu. Dengan demikian antara pondok milik Paman Saya,dan saya. Umur yang sama, namun rupa yang berbeda. Kalau saya semakin tua semakin kuat,sedangkan tiang tengah pondok itu semakin lapuk.  Sejatinya Saya adalah salah satu insan atas dasar cinta dan kasih orang tua Saya. yang sekarang Saya menyebut Mereka adalah pelita hidup. Saya sendiri tidak pernah tahu bagaimana kisah jatuh cinta mereka hingga menghasilkan saya, Saudara dan Saudari Saya. Entahlah, mungkin kala itu Ibu Saya yang jatuh hati atau mungkin Ayah Saya yang perlahan tenggelam kedalam hati Ibu. Alih-alih curhat kisah orang tua, hahaheeetooo . Kini Saya menyebut Mereka adalah pelita hidup. Cerita IBU, Saya dilahirkan atas ...

Katak Sawah Sebagai Lauk Anak Kampung

Gambar
D ulu Saya masih kanak kanak, yang belum bisa apa apa selain merengek pada orang tua, minta itu minta ini, padahal orang tua kesana kesini mengais rejeki. Saya masih diajarkan oleh Orang Tua  menyanyikan lagu balonku ada 5.  Masih suka memakai baju saja, sedangkan celana dilepas, lalu ditinggal pergi layaknya kekasih yang salah memahami isi hati.  Ehem ehem kok curhat yaaa.   Saya sebagai anak kecil yang imut, terkiut, ganteng juga tidak, jelek iya! Tapi tidak jelek amat, seringkali digemesin oleh anak gadis di Kampung Saya kala itu. Kadang saat menjumpai Saya tidak bercelana, Mereka yang menawarkan Saya untuk memakai celana sembari berkata “ nanti  perkututmu di cotok ayam betina”. Hahahahahaha.  Seandainya itu terjadi saat usia Saya begini,  sapa  mau help? Yang ada Saya tambah Hahahahahaha   Ketika bersua dengan Saya, Mereka selalu mengucapkan salam sapa sambil cipiki cipika.  Oh Noo,  betapa bahag...

Pabrik Semen di Matim, Pada Akhirnya Masyarakat Akan Menangis

Gambar
Manusia merasa ditinggalkan karena gamang, panik dan tidak tahu apa yang harus dipegang untuk menyiasati tuntutan peradaban yang menyapu bersih cara-cara hidup tradisional, adat istiadat dan warisan nenek moyang. Ditengah kegamangan itu, terdamparlah mereka pada kekuasaan rezim, (dalam buku Paradoks Politik, Peter Tan, 2018:94).  Polemik pembangunan pabrik semen di Lengko Lolok, dan Luwuk, Kabupaten Manggarai Timur, NTT terlahir dari ketidak adilan, dan kurangnya rasa kesejahteraan dalam perekonomian kehidupan mereka oleh rezim pemerintahan sebelumnya. Entah siapa, dan mengapa?, pada intinya kegamagan, dan kepanikan yang membuat mereka bergerak bersera diri pada rezim yang baru untuk merubah kehidupan pribadi, anak cucu, serta infastruktur pembangunan kampung dalam naungan kesejahteraan di hari selanjutnya.  Kemunculan perhatian akan sumbangan meteran listrik, Pembangunan rumah layak huni bagi warga , dan adanya tindakan nyata membangun akses jalan di l...

Melirik Pembangunan Gapura Desa Urung Dora ,Kecamatan pocoranaka Timur-Matim

Gambar
URUNG - DORA  GEJURDITE.NEWS  Gapura  adalah,suatu struktur berupa pintu  masuk atau gerbang ke suatu kawasan. Dalam bidang arsitektur gapura sering disebut dengan  entrance , yang memang diartikan sebagai pintu masuk atau pintu gerbang dalam bahasa Indonesia.  Namun  entrance  itu sendiri tidak bisa diartikan sebagai gapura. Gapura juga dapat dijadikan sebagai simbol, dimana simbol  yang dimaksudkan disini bisa juga diartikan sebuah ikon suatu wilayah atau area. Secara hirarki sebuah gapura bisa disebut sebagai ikon karena gapura itu sendiri lebih sering menjadi komponen pertama yang dilihat ketika kita memasuki suatu wilayah. Gapura bukan semata-mata bangunan fisik yang diartikan sebagai pintu gerbang, tanda batas kota, kabupaten, desa atau kampung. Menurut tradisi, gapura merupakan wujud ungkapan selamat datang yang familiar, ramah,  welcome . Gapura mewakili keramahan dan rasa hormat tuan rumah kepa...

Secangkir Kopi ||Gejurdite.com

Gambar
sumber foto :https://www.facebook.com/egost.nantur  " Now I'm shaking Drinking All this Coffee" lagu dari Zeremy Juker,  begitu lirik lagu yang kudengar ketika menyeduh secangkir kopi. Sedikit manis tentu tidak mengalahkan rasa pahitnya. Dulu, Aku suka Kamu dan kopi pahit. Namun sekarang Aku lebih memilih untuk menyeduh kopi manis. Bagiku cukup hidup dan masa lalu yang pahit, selayaknya kopi harus manis. Aku masih seperti pada biasanya, menyeduh secangkir kopi dengan sisa hangatmu yang Engkau bawa pergi. Hehehe .    Ketika pekerjaanku menjadi prioritas, maka Aku sempatkan kopi sebagai rutinitas. Walaupun hanya segelas barangkali ada inspirasi yang melintas. Sejatinya filosofi kopi dilahirkan dari penjual kopi, agar supaya jualannya laku terjual. Namun, kopi secangkir opini dilahirkan pada jiwa yang santuy, mempunyai kemampuan berpendapat setelah menyeduh secangkir kopi. KOPI “ketika otak perlu istirahat. Otak perlu istirahat setelah sekian lama be...

SENJA DI KOTA SERIBU PURA || Gejurdite

Gambar
              D ulu Aku bermimpi berada di kota ini. Aku sulit membedakan mimpi sebagai kenyataan. Aku mengira mimpi adalah pertanda. Ternyata banyak orang yang demikian. Bahkan tak sedikit yang mengira, mimpi adalah realita. Pengalaman bermimpi sama seperti pengalaman berpikir. Kita membangun gambaran, konsep dan cerita di kepala kita, lalu mengiranya sebagai nyata.   Sewaktu Aku menginjak kaki di kota ini, aku merasa ada sesuatu yang berbeda dengan mimpi yang pernah ada. Sedikit Aku merasa Kota ini biasa saja, Dalam hatiku berkata “Aku sedikit benci dengan kota namun , seiring melajunya waktu, pendapatku berubah. Ternyata Bali hidup dengan budaya yang melekat erat dalam jiwa. Orangnya ramah dan tidak buruk. Aku jatuh cinta pada kota Bali. Dalam banyak aspek, Bali adalah sebagai kota yang nyaman sebagai tempat tinggal dan membangun keluarga.     Bali atau orang menyebutnya Kota Seribu Pura. Salah satu kota pariwisata ya...

Peduli Corona,Frans Damur petinju asal matim bagi ratusan sembako untuk perantau di surabaya

Gambar
    S URABAYA,GEJURDITENet- Lagi dan lagi. jiwa sosial tokoh tinju ,FRANS DAMUR, putra kelahiran kampung Wuas Manggarai Timur, 4 Agustus 1983 ,petinju kelas terbang yang sudah bertanding 70 kali di berbagai kejuaraan, baik nasional maupun internasional.  Kejuaraan tersebut antara lain; KTI, ATI, KTPI  dan FTI untuk level kejuaraan nasional. Sedangkan untuk level kejuaraan internasional, mengikuti WPBF Asia Pasific.  sumber :fotohttps://www.facebook.com/damur.frans Di tengah pandemi Covid 19 ini, 120 paket sembako di gelontarkan untuk membantu sesama perantau. Pembagian sembako di pusatkan di sasana ring tinju Ubs Bc, kegiatan berlangsung , Selasa (26/5) lalu. di mana puluhan mahasiswa dan puluhan karyawan di beberapa perusahan yang di rumahkan juga mendapatkan bagian.  yang dapat sembako semuanya berasal dari manggarai timur .    Kepada awak media gejurditetenet pa frans damur mengatakan "selama masih bisa saya bant...